Wednesday, November 16, 2016

Metode Pemasangan Paving Block

Berikut ini akan dijelaskan cara atau metode pemasangan Paving block yang baik dan benar.

Langkah awal, sebelum Paving block dipasang pastikan struktur dari lahan yang hendak di Paving dalam keadaan benar-benar padat. Apabila belum padat dapat dipadatkan dengan menggunakan mesin Roller (Wales) atau Stamper kuda. Hal ini agar lahan yang telah dipasang paving block tidak amblas.

Sebelum pekerjaan pemasangan paving kita mulai, kita harus memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:



1. Lapisan Subgrade
Subgrade atau lapisan tanah paling dasar harus diratakan terlebih dahulu, sehingga mempunyai profil dengan kemiringan sama dengan yang kita perlukan untuk kemiringan Drainage (Water run off) yaitu minimal 1,5 %. Subgrade atau lapisan tanah dasar tersebut harus kita padatkan dengan kepadatan minimal 90 % MDD (Modified Max Dry Density) sebelum pekerjaan subbase dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Ini sangat penting untuk kekuatan landasan area paving nantinya.

2. Lapisan Subbase
Pekerjaan lapisan subbase harus disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Profil lapisan permukaan dari subbase juga harus mempunyai minimal kemiringan 2 %, dua arah melintang kekiri dan kekanan. Kemiringan ini sangat penting untuk jangka panjang kestabilan paving kita.

3. Kanstin/Penguat Tepi
Kanstin atau Penguat tepi atau Kerb harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini harus dilakukan untuk menahan paving pada tiap sisi agar paving tidak bergeser sehingga paving akan lebih rapi pada hasil akhirnya.

4. Drainage/Saluran Air
Seperti halnya kanstin, Drainage atau Saluran air ini juga harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini sangat wajib dilakukan untuk effisiensi waktu/kecepatan pekerjaan. Drainage yang dikerjaan setelah paving terpasang akan sangat mengganggu pekerjaan pemasangan paving itu sendiri karena harus membongkar paving yang sudah terpasang.
Sesuaikan spesifikasi beban yang akan melewati lahan yang akan dipasang paving dengan material pendukung untuk landasan area paving. Material tersebut dapat berupa : Limestone, Base Course, Sirdam, Makadam dsb.

  • Pastikan permukaan lahan yang akan di paving dalam kondisi rata/ sudah level.
  • Pasang Kanstin beton sebagai pengunci paving block, agar paving block yang sudah terpasang tidak bergeser.
  • Gelar abu batu mengikuti kemiringan yang telah ditentukan kemudian diratakan dengan menggunakan jidar kayu.
  • Lakukan pemasangan paving block dengan cara maju kedepan, sementara pekerja pemasang paving berada diatas paving yang telah terpasang.
  • Untuk tepian lahan/ sudut-sudut yang belum terpasang paving block (las-lasan), potong paving block dengan menggunakan alat pemotong paving block / paving block cutter.
  • Setelah lahan 100% sudah terpasang paving block, selanjutnya kita lakukan pengisian antar naat paving block tersebut (pengisian joint filler) dengan menggunakan abu batu.
  • Padatkan paving block yang telah terpasang dengan menggunakan baby roller atau stamper kodok 1 sampai 2 kali putaran agar timbul gaya saling mengunci antar paving block satu sama lainnya.
  • Bersihkan area lahan yang telah terpasang paving block dari sisa-sisa abu batu.

Sumber :
https://jualbatuagregatsplit.wordpress.com/2014/03/25/cara-metode-pemasangan-paving-block/

Friday, September 30, 2016

Cara Memasang Keramik Lantai

Metode bangunan . Lantai keramik menawarkan alternatif yang sangat menarik dan tahan lama   dibandingkan dengan material lainnya untuk finishing  lantai . Keramik didapatkan dalam  berbagai ukuran dan warna untuk dicocokkan dengan dekorasi   ruangan yang akan dipasangkan, dan keramik dapat memberikan perawatan yang mudah dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, keramik  juga cukup mudah untuk dipasangkan.

Lantai keramik memiliki satu prasyarat utama yaitu lapisan dasar harus halus dan kuat  untuk mendukung instalasi keramik. Keramik tidak fleksibel, sehingga mereka bisa retak jika terpasang diatas permukaan yang kasar atau tipis.


Untuk anda yang ingin memasang sendiri keramik lantai dirumah, anda bisa melakukannya sendiri secara perlahan dan santai. Mungkin anda akan merasa pesimis dan menyatakan tidak sanggup untuk mengerjakannya. Dengan perlahan anda bisa mencobanya untuk melakukan sendiri. Bila anda merasa susah untuk memulainya mungkin anda membutuhkan langkah langkah pemasangan keramik, berikut langkah langkah sederhana yang bisa anda lakukan :

  1. Pastikan lantai dasar anda sudah kuat dan rata, biasanya untuk lantai sudah terpasang dengan rabat beton atau cor beton. Jika anda sudah merasa lantai sudah kuat, selanjutnya langkah awal pemasangan keramik adalah  pembuatan garis bantu sebagai pedoman pemasangan keramik di lantai yang akan dipasangkan. Pembuatan garis bantu bisa anda lakukan dengan pembuatan benang atau garis kapur. Pembuatan garis siku pada dua arah sumbu yang merupakan titik awal pemasangan keramik biasanya ditempatkan pada sudut pintu masuk ruangan. Jika anda sudah mendapatkan garis siku, tarik garis benang pada kedua arah sumbu tersebut pada ketinggian permuakaan keramik yang akan dipasangkan. Pastikan ketingggian benang dari permukaan lantai dasar sesuai dengan ketebalan adukan dan ketebalan keramik. Hindari ketinggian yang terlalu besar dimana akan membutuhkan adukan semen yang terlalu banyak. Peletakan titik awal biasanya dilakukan pada – peletakan keramik tanpa perekat untuk memastikan keramik sudah sesuai  .  
  2. Pasanglah keramik mulai dari dinding dekat pintu diatas permukaan lantai yang kosong (belum ada adukan spesi/mortar), pasanglah keramik dalam satu baris dan gunakan  spacer di antara setiap keramik untuk mendapatkan setiap sisi keramik menjadi seragam dan untuk  untuk menjaga jarak yang sama pada semua keramik yang anda pasang. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan jumlah keramik penuh dalam 1 barisan.
  3. Ketika anda mencapai ujung lain ruangan dan tidak bisa lagi memasang 1 lembar keramik ukuran penuh , gunakan sebuah balok panjang  dan meletakkannya tegak lurus ke baris keramik. Pemberian balok ini ditujukan supaya keramik tidak bergeser. Gunakan pistol sekrup untuk memakukan balok tersebut pada sisi keramik .
  4. Berdasarkan panjang  ruang yang tersisa di sisi ruangan, tentukan berapa banyak anda perlu menggeser baris untuk mencapai perbatasan yang sama pada kedua sisi ruangan, sehingga potongan pada pinggir kiri dan kana akan anda dapatkan pada lebar yang sama. Jika anda tidak menginginkan jumlah potongan yang terlalu banyak, anda tidak perlu menggeser titik awal, dimana anda hanya akan melakukan pemotongan sisa keramik pada salah satu sisi saja.  Tapi jika anda menginginkan sisa keramik pada kedua sisi kiri dan kanan, anda harus memindahkan garis bantu pada titik yang sudah terukur dan  garis bantu  pertama adalah tidak lagi diperlukan.
  5. Setelah anda sudah mendapatkan garis pemasangan keramik selanjutnya adalah memulai pemasangan keramik diatsa perekat atau adukan spesi/mortar.  Penuangan perekat harus dilakukan secara teratur dan tidak boleh dilakuakn pada luasan yang terlalu lebar. Dianjurkan meletakkan adukan pada pemasangan luasan keramik antara 4-5 lembar keramik. Jika anda meletakkan adukan terlalu lebar hal ini dikhawatirkan akan membuat adukan akan cepat mengering sehingga rekatan tidak terlalu baik. Disamping itu juga akan mengganggu gerakan anda untuk memasangkan keramik tersebut. Gunakan sekop berlekuk untuk meratakan adukan permukaan perekat disetiap luasan yang akan anda pasang. Setelah anda merasa permukaan adukan secara rata, letakkan keramik dipermukaan perekat dengan perlahan dan atur posisi ketegakannya pada garis benang bantu yang sudah anda buat.
  6. Ketika anda mulai memasang keramik , dimana anda akan memulai memasang perekat adukan mortar. Gunakan spacer untuk memastikan ubin spasi merata. Gunakan waterpass untuk memastikan permukaan  keramik benar benar rata . Anda dapat menggunakan palu karet atau balok kayu untuk mengetok atau  menekan keramik ke bawah , lakukan secara lembut dan perlahan hingga permukaan benar benar rata, dan saat itu juga anda harus tetap mencek ketegakan pada bidang rata berdasarkan garis bantu yang ada. Jika saat anda mengetok keramik , jika anda mendengar suara dengung, anda harus memeriksa apakah ada kemungkinan keramik tidak merekat pada adukan, kemungkinan hal ini disebabkan kurangnya adukan sehingga tidak mengikat ke dasar keramik. Lakukan perbaikan dengan mengangkat keramik secara perlahan kemudian tambahkan adukan pada permukaan adukan sampai merat , kemudian pasang keramik kembali. Jika adukan sebelumnya sudah sempat mengering, anda juga harus mengangkat semua adukan dan menggantinya dengan adukan yang baru.Cara ini anda lakukan setiapa pemasangan tiap lembar keramik. Untuk barisan selanjutnya,  anda akan lebih mudah untuk mengecek kelurusan dan jarak antara spacer dengan mengikuti ujung keramik yang ada didepan dan disampingnya.
  7. Jika pada ujung barisan anda perlu memotong keramik, untuk mendapatkan harus melakuan pemotongan keramik, lakukan dengan cara  meletakkan keramik tepat di atas keramik penuh terakhir dan atur penempatannya ke batas dinding sehinggga anda mendapatkan batas keramik yang akan dipotong. Tandai pada kermik yang akan dipotong dan buatlah garis potongnya. Jika anda merasa potongan akan sama pada barisan selanjutnya (potongan yang seragam), ukuran ini bisa anda gunakan untuk acuan pemotongan selanjutnya. Maksudnya anda tidak perlu menunggu ukuran setiap akan melakukan pemotongan.
  8. Untuk memotong keramik, anda dapat menggunakan pemotong ubin atau glasscutter.  Lakukan pemotongan keramik pada tempat yang aman. Jangan pernah memotong keramik pada permuakaan pasangan keramik yang baru anda pasangkan. Pilih meja yang aman untuk melaksanakan pemotongan keramik tersebut.
  9. Setelah semua ubin diletakkan dan perekat telah ditetapkan, Anda dapat melanjutkan ke fase grouting. Campur nat sesuai dengan rekomendasi pabrikan.Terapkan nat dengan pelampung karet pada sudut 45 derajat, bekerja ke dalam sisi keramik.
  10. Bersihkan setiap  kelebihan nat pada permukaan keramik   dengan spons. Hati-hati jangan sampai  nat keluar dari ruang sisi antar keramik. Setelah nat telah rapi, anda dapat kembali  membersihkan permuakaan keramik dari sisa nat dengan menggunakan residu. Untuk menjaga  permukaan keramik tetap padat dan kuat, lakukan pengepelan permukaan lantai keramik 3 hari pertama dengan obat keramik, setelah itu sikat nat dengan sealer silikon.

Sumber Artikel :
https://khedanta.wordpress.com/2011/07/29/cara-memasang-keramik-lantai/

Wednesday, August 10, 2016

Spesifikasi Teknis Pekerjaan Lantai Vinyl Anti Bakteri

Lingkup Pekerjaan Lantai Vinyl Anti Bakteri adalah bagian-bagian permukaan lantai dan kolom sesuai dengan ditunjukkan dalam detail gambar. Dalam hal ini termasuk pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, alat-alat dan peralatan pembantu lainnya.



Secara Umum Bahan yang di persyaratkan adalah sebagai berikut :
  • Bahan harus mempunyai kualitas yang baik, tahan lama terhadap goresan, hygienis, mudah dibersihkan dan mudah dalam perawatan
  • Bahan terbuat dari PVC multiplayer/heterogeneous, tanpa filter, mampu meredam bunyi sampai batas tertentu (Acoustic Flooring Type, minimal 15 dB)

Untuk Bahannya, sepesifikasi yang harus dipenuhi adalah :
  • Bahan terbuat dari PVC tanpa filter, multilayer, lapisan atas/searlayer dilindungi pure transparent PVC dilengkapi dengan Reinforced protection, lapisan bawah terdiri dari Acoustic  Backing Foam.
  • Bahan harus termasuk falanm kategori kalasifikasi UPEC kelas U4P3E2/3C2, dengan resistensi abrasi yang paling tinggi (group T. ∞ 1 ≤ 0.08), anstistatic 109 ohm, tebal lapisan atas/wear layer minimal 0.67 mm, fire resistant B, Cfl.s, slip resistant minimal R 9. Mengandung lapisan anti bakteri dan jamur (biostatic treatment). Static indentation antara 0.16 s/d 0.06 mm.
  • Bidang vinyl harus dalam bentuk ‘sheet’ (gulungan), lebar minimal 2 m, panjang 25 m, tebal minimal 2.6 mm, sambungan dilas (diwelding) dengan pemanasan dengan menggunakn bahan PVC yang sama yang disebut welding rod. Lebar sambungan antara 2.5 s/d 3 mm dan harus rata.
  • Skirting/Plint adalah perpanjangan atau kelanjutan vinyl dari lantai kemudian naik kedinding setinggi 10 cm. Pada sudut antara lantai dan dinding dipasangi “Cover Former” yaitu bahan yang membentuk sudut lantai (R) agar sudut tersebut tidak siku. Sementara pada ujung vinyl yang naik kedinding, ditutup dengan Capping Seal. Material dari Cove former dan Capping Seal juga harus terbuat dari vinyl PVC atau karet.
  • Warna dan corak bahan diajukan oleh kontraktor dengan persetujuan pengawas dan atau pemilik pekerjaan.
  • Merk pabrikasi bahan : LG Hausys  atau setara.

Sementara itu, pada proses pelaksanaan persayaratan yang harus dipenuhi adalah :
  • Bidang permukaan lantai harus rata dan kuat, tidak terdapat retak-retak, tidak ada lubang dan celah-celah, bebas debu, bebas lemak dan minyak
  • Pekerjaan lapisan vinyl harus rapi dan dilakukan sesuai dengan yang dipersyaratkan dari pabrik yang bersangkutan sehingga diperoleh hasil pekerjaan bermutu baik dan dapat tahan lama.
  • Pekerjaan lapisan vinyl dilakukan setelah pekerjaan finishing yang lain seperti plafond, dinding, pekerjaan ME, pengecatan selesai dilaksanakan.

Sedangkan untuk penyimpanan, syarat-syarat untuk tempat penyimpanan barang harus terhindar dari genangan air, tidak lembab, terhindar dari cuaca (panas matahari/air hujan) dan selalu bersih.
Memasuki tahap pemasangan, langkah-langkah yang dipersyaratkan adalah sebagai berikut:
  • Screeding. Screeding harus benar-benar kuat dan rata yang dicapai dengan membuat adukan denngan komposisi 1 semen : 4 pasir.
  • Leveling, Levelling dilaksanakan sebanyak 3 s/d 4 kali (lapis). Antara tahap 1 dan tahap berikutnya dilakukan dengan arah yang menyilang. Dan biarkan sampai kering. Bahan levelling terdiri dari : Polymer + semen atau dengan bahan Self Levelling. Tetapi kalau dengan self levelling dapat dilakukan antara 1 s/d 2 lapis.
  • Pengamplasan. Pengamplasan dilakukan setelah lapisan terakhir kering, kemudian dibersihkan dengan cara di vakum atau dip ell
  • Pemasangan Vinyl. Vinyl dipasang dengan menggunakan bahan lem yang direkomendasikan oleh pabrik
  • Welding. Untuk menjaga hyginitas setiap ada celah/sambungan vinyl harus silas dengan bahan dari PVC yang sama
  • Pemolesan. Setelah vinyl benar-benar bersih dari semua kotoran langkah terakhir adalah pemolesan. Bahan poles adalah yang telah direkomendasikan oleh Pabrik. Untuk lantai yang berhubungan langsung dengan tanah dan kembabannya tinggi harus di coating dengan waterproofing atau dilakukan tes moisture sebelum dilakukan tahapan pemasangan vinyl.

Wednesday, July 20, 2016

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Baja

Yang harus diperhatikan dalam pekerjaan struktur baja adalah :
  1. Semua pekerjaan pengadaan bagian-bagian konstruksi baja, seperti pelat-pelat, profil, baut, angkur-angkur dan las
  2. Semua pekerjaan pembuatan bagian-bagian konstruksi baja, seperti sambungan-sambungan pengelasan, baik las sudut maupun penuh
  3. Semua pekerjaan pemasangan dan penyesuaian konstuksi baja seperti pemasangan semua elemen-elemen rangka baja & pengecatan 
  4. Semua pekerjaan pelaksanaan dan penyesuaian grouting
  5. Penyiapan gambar shop drawing sebagai acuan kerja
Langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan struktur baja adalah : 

Fabrikasi


a. Pola Pengukuran : 

Pola (maal) pengukuran dan peralatan-peralatan lain yang dibutuhkan untuk menjamin ketelitian pekerjaan harus disediakan di pada saat Pabrikasi. Semua pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan pita-pita baja yang telah disetujui. Ukuran-ukuran dari pekerjaan baja yang tertera pada gambar rencana dianggap ukuran pada 25°C.

b. Pelurusan

Sebelum pekerjaan lain dilakukan pada pelat, maka semua pelat harus diperiksa kerataannya, semua batang-batang diperiksa kelurusannya, harus bebas dari puntiran dan bila perlu harus diperbaiki sehingga bila pelat-pelat disusun akan terlihat rapat keseluruhannya.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Baja


c. Pemotongan

Pekerjaan baja dapat dipotong dengan menggunakan gunting, menggergaji atau dengan las pemotong. Permukaan yang diperoleh dari hasil pemotongan harus siku terhadap bidang yang dipotong, tepat dan rata menurut ukuran yang diperlukan.

Baca Juga : Metode Pelaksanan Pekerjaan Bekisting untuk Poer beton

d. Pekerjaan Mesin Perkakas dan Geirinda

Apabila pelat digunting, digergaji atau dipotong dengan las pemotong, maka pada pemotongan diperkenankan terbuangnya metal sebanyak-banyaknya 3 mm pada pelat setebal 6 mm dan pada pelat yang tebalnya lebih besar dari 12 mm.

e. Pekerjaan Las

  • Pekerjaan las dikerjakan oleh Tukang Las dibawah Pengawasan Langsung pelaksana struktur dengan pekerjaan Las.   
  • Detail-detail khusus menyangkut cara persiapan penyambungan, cara pengelasan, jenis dan ukuran serta kekuatan arus Iistrik
  • Ukuran elektroda, arus tegangan listrik dan kecepatan busur listrik yang digunakan, harus seperti yang dinyatakan oleh pabrik Las listrik dengan kawat baja jenis RD.
  • Pelat-pelat baja yang akan di Las harus bebas dari kotoran-kotoran besi, minyak, cat, karet atau lapisan lain yang dapat mempengaruhi mutu Las.  

f.  Mengebor

Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material. Bila memungkinkan, maka semua pelat, potongan-potongan dan sebagainya harus dijepit bersama-sama untuk membuat lubang dan dibor menembus seluruh tebal sekaligus.

g. Memberi code pada jenis-jenis potongan

  • Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material. Bila memungkinkan, maka semua pelat, potongan-potongan dan sebagainya harus dijepit bersama-sama untuk membuat lubang dan dibor menembus seluruh tebal sekaligus. Bila menggunakan baut pada salah satu lubang maka lubang ini dibor lebih kecil dan kemudian baru diperbesar untuk mencapai ukuran sebenarnya. 
  • Cara lain ialah bahwa batang-batang dapat dilubangi tersendiri dengan menggunakan mal. Setelah mengebor, seluruh kotoran besi harus disingkirkan dan pelat-pelat dan sebagainya dapat dilepas bila perlu.
  • Diameter lubang untuk baut, kecuali baut pas adalah 1,50 mm lebih besar dari pada diameter yang tertera pada gambar rencana. Diameter lubang-lubang untuk baut pas harus dalam toleransi yang diberikan.
  • Dalam hal ini menggunakan pas lubang yang tidak di bor menembus sekaligus seluruh tebal elemen-elemennya, maka lubang dapat di bor dengan ukuran yang lebih kecil dahulu dan kemudian pada saat montase percobaan
Baca Juga :  Metode Pemancangan Beton Tiang Pancang

 h. Montase di bengkel (Montase Percobaan)

  • Sebelum diangkat, pekerjaan baja harus dipasang sementara (montase percobaan) pada bengkel pemborong Pabrikasi dan terlindung dari cuaca untuk diperiksa 
  • Kalau terjadi perbedaan kedudukan, batang yang berdampingan harus dimontase bersamasarna pada kedudukan yang dikehendaki lengkap dengan perletakan-perletakannya, gelagar melintang dan seluruh batang-batang penguat.
  • Sambungan sementara harus berhubungan betul menyeluruh dengan menggunakan cara yang disetujui seperti wartel, jack, baut-baut.
  • Pemahatan yang dilakukan pada saat montase hanyalah untuk membawa bagian-bagian itu pada posisi yang dikehendaki dan bukan untuk memperbesar lubang atau merusak material.

i. Memberikan Tanda untuk Pemasangan Akhir.

  • Setiap bagian harus diberi tanda yang jelas (dengan pahatan dan cat). Cat dari dart Warna yang berbeda digunakan untuk membedakan bagian-bagian yang sarna. 
  • Dua copy dari gambar rencana yang menyatakan dengan tepat, tanda-tanda itu. 

j. Pengecatan di Bengkel

  • Setelah dibongkar, sebagai kelanjutan berhasil baiknya montase percobaan, maka permukaan dari seluruh pekerjaan baja, kecuali pada bagian yang dikerjakan dengan mesin perkakas dan pada perletakan, dibersihkan seluruhnya sehingga menjadi logam yang bersih dengan menggunakan penyemprot pasir (sand blasting)
  • Setelah semua permukaan baja dalam keadaan bersih dan kering , diberi bahan-bahan dasar dengan suatu lapisan menie mau bahan-bahan pelindung lainnya 

k. Kerangka Baja.

  • Satu batang kerangka baja dipasang atas tumpuan-tumpuan sedemikian rupa, sehingga kerangka baja itu dapat membentuk lawan lendut seperti tertera pada gambar kerja.
  • Tumpuan-tumpuan itu tidak boleh disingkirkan sebelum seluruh sambungan (kecuali sambungan pendek pada puncaknya), telah dibuat permanent.
  • Setelah kerangka baja terpasang, baru sambungan batang atas dibuat permanent 

l. Penggunaan Baja Keras, Baut-baut untuk Pemasangan Akhir.

 Pemasangan :
  • Setiap pemasangan dibuat bersama-sama dengan baut stel sehingga berbagai bagian serta pelat berhubungan rapat satu sama lain secara menyeluruh.
  • Sebanyak 50% dari lubang harus diisi dengan baut stel minimal 10%, atau pada setiap potongan dan pelat minimal dua lubang diisi dengan drif paralel.
  • Baut baja keras harus dipasang dengan cincin baut yang diperlukan, sebuah dibawah kepala baut dan sebuah dibawah mur, harus diperhatikan bahwa cincin baut itu terpasang dengan cekungnya menghadap keluar.
  • Memasukkan dan mengencangkan baut baja diatur sedemikian rupa sehingga selalu rapat dan tidak dapat dimulai sebelum sambungan teIah diperiksa dan disetujui oleh Konsultan Pengawas.
  • Mur harus dikencangkan hanya terhadap bidang yang tegak lurus terhadap as lubang.
  • Bidang bawah kepala baut tidak boleh menyimpang dari bidang tegak lurus terhadap as baut lebih dari 3.50 derajat dan bila dirasa perlu dapat menggunakan cincin baut yang miring(taperd).
  • Baut menonjol melalui mur tidak kurang dari 1.5 mm tidak lebih dari 4.5 mm.
  • Baut stel yang digunakan untuk membut permukaan dapat seterusnya digunakan pada sambungan.
Baca Juga : Metode Pelaksanan Pekerjaan Pembesian Kolom

Megencangkan Baut:
  • Pengecekan hubungan tegangan/torque dilakukan oleh Pemborong Montase
  • Setiap baut yang kendor harus disesuaikan dengan kebutuhan, perhatian khusus perIu diberikan pada kelompok baut yang mungkin kendor dan dikencangkan sehingga mencapai tegangan yang diperlukan. 

 m. Pengecatan Baja

     Pembersihan
  • Pembersihan permukaan dari pekerjaan besi bangunan harus bersih dan dikupas dengan sand blasting atau cara lain yang disetujui, agar menjadi logam yang bersih, dengan menyingkirkan seluruh gemuk, olie, karatan, lumpur, atau lain-lain yang melekat padanya.
  • Luas bidang permukaan yang dibersihkan haruslah dapat sekaligus ditutup dengan cat dasar dan dicat dengan segera setelah pembersihan, sebelum terjadi oksidasi.
     Pengecatan
  • Pengecatan tidak dapat dilakukan pada cuaca berkabut, lembar atau berdebu atau pada cuaca lain yang jelek.
  • Permukaan yang akan dicat harus kering dan tak berdebu. Lapisan berikutnya tidak diberikan sebelum lapisan cat terdahulu telah mengering.
  • Lapisan penutup diberikan diatas cat dasar Dalam tempo kurang lebih enam bulan tetapi tidak boleh lebih cepat dari 48 jam setelah pengecatan dasar
  • Bila terjadi demikian maka permukaan baja perlu dibersihkan kembali atau dicat dasar lagi seperti diuraikan diatas.
  • Cat disapu dengan kuat pada permukaan baja, baut-baut pada setiap sudut-sudut, sambungan pelat, lekuk-Iekuk dan sebagainya, kemudian diratakan dengan baik.
  • Setiap bagian yang dapat menampung air, atau dapat dirembesi air, diisi dengan cat yang tebal dengan menggunakan semen kedap air atau bahan lain yang disetujui sebelum penyelesaian cat dasar.
  • Setiap Lapisan yang telah selesai harus tampak sarna dan rata, pemakaian cat yang rata ialah 12.5 mm2 per-liter untuk lapisan berikutnya.

Monday, July 18, 2016

Metode Pelaksanaan Pengecoran balok dan pelat

Pelaksanaan pengecoran beton & pelat dilakukan setelah pemasangan bekisting dan tulangan selesai, dalam hal ini pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk semua balok & pelat pada ketinggian tertentu sehingga akan mempercepat waktu, dimana pengecoran dimulai dari balok & pelat dan dilanjut ke berikutnya.

Penuangan spesi beton ke kolom beton dengan menggunakan pump concrate dan dalam pelaksanaan ini kami menggunakan beton jadi (Ready mix)



Sebelum pelaksanaan pengecoran, dilakukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Menyiapkan alat-alat pendukung dilapangan seperti vibrator, pipa penyalur beton, air compressor, lampu penerangan jika pengecoran dilakukan malam hari.    
  2. Sebelum adukan beton dimasukkan kedalam pompa, dilakukan pengambilan benda uji dan test slump dari truk mixer. Jika tidak memenuhi syarat maka adukan beton ditolak.
  3. Memeriksa jumlah, letak, jarak antara panjang penyaluran, panjang penjangkaran, diameter tulangan, beton decking dan “kaki ayam” yang harus sesuai dengan gambar rencana. Diperiksa pula posisi bekisting agar cukup kokoh menahan beban.    
  4. Membersihkan bekisting dan tulangan dari segala jenis sampah dan kotoran dengan kompresor, kemudian dilapisi dengan mud oil.
  5. Lubang-lubang untuk instalasi listrik, air dan lain-lain harus terpasang dengan baik. Setelah hal-hal tersebut diatas telah dilaksanakan maka pengecoran dapat dilaksanakan.
  6. Pengambilan semple beton kubus / silinder sebagai quality control menagement mutu material harus mencapak karateristik 250 kg/cm2.
  7. Menuangkan spesi beton kedalam bekisting balok dan pelet dengan pump concrate dengan dibantu tenaga pengecor dalam pemadatan beton dengan vibrator concrate.
  8. 5 Jam setelah pengecoran selesai beton diberi pelembab/digenangi air dengan memberikan karung goni diatas pelat beton agar terhindar dari susut beton yang terlalu cepat akibat sinar matahari yang mengakibatkan terjadinya retak pada pelat.             
  9. Bekisting balok dan pelat dapat dilepas setelah umur beton telah mencapai 21 hari dan dalam membongkar bekisting diharapkan berhati-hatiuntuk menghindari terjadi patah pada balok.

Contoh Perhitungan
Data Volume yang dikejakan sebesar :=67.2m3(K250)
Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
1Beton ready mix1x67.2=67.2m3
Waktu penyelesaian Pekerjaan :
Waktu pelaksanaan=2hr
Kapasitas67.2/2=33.6m3/hr
Kebutuhan Tenaga / hari :
1Pekerja2.5x33.6=84Org/hr
2Tukang Batu Setengah Terampil0.25x33.6=8.4Org/hr
3Kepala tukang batu0.1x33.6=3.36Org/hr
4Mandor0.01x33.6=0.336Org/hr
96.096Org/hr
Alat yang digunakan :
1Vibrator concrate=1unit
2Sekrop=2set
3Kasut=2set
4Concrate pump=1unit
Waktu pelaksanaan :
Dimulai=Bulan II( minggu VI,VII,VIII)
Durasi waktu=2hari
Lose waktu=1hari

Thursday, February 11, 2016

Metode Pemasangan Perancah, Bekisting untuk balok dan pelat.

Perancah, Bekisting untuk balok dan pelat. Sebelum pemasangan perancak dimulai pastikan dasar tempat pijakan perancak kuat untuk menahan beben beton, ini sangat penting untuk menghindari terjadinya setel (penurunan) akibat pengecoran pelat lantai berlangsung.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengecoran balok dan pelat antara lain :
  1. Menentukan elevasi lantai II kemudian lakukan penandaan sebagai acuan dalam pembigestingan pelat lantai dan balok.
  2. Elevasi dasar atas begisting pelat lantai adalah = El. LT II - (tebal spesi + keramik) - tebal pelet beton
  3. Elevasi dasar atas begisting Balok lantai adalah = El. Dasar atas begisting pelat - (tinggi balok - tebal pelat)
  4. Pasangkan skafolding untuk balok terlebih dahulu searah balok
  5. Pasangkan Pasangkan balok 8/12 searah balok beton
  6. Pasangkan suri-suri 6/12 dengan jarak 60 cm
  7. Pasangkan begisting sesuai ukuran dimensi balok yang akan di cor
  8. Masukan pembesian yang sudah dirakit kedalam bekisting balok yang sudah disiapkan
  9. Kemudian dengan cara yang sama lakukan pada pembegistingan pada pelat beton
  10. Pasangkan Hori beam dengan jarak per 40 cm
  11. Pasangkan begisting dengan plywood dengan ketebalan 15 mm
  12. Lakukan pemasangan pembesian pelat
  13. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang disyratkan pada gambar
  14. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
  15. Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag struktur beton sesuai yang direncanakan
  16. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
  17. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan juga tidak merusak beton
  18. Dalam pemasangan bekisting harus selalu di kontrol elevasi begisting
Perancah, Bekisting untuk balok dan pelat.

Contoh Perhitungan
Data Volume yang dikejakan sebesar :=175.98m3(Vol beton)
Data Volume yang dikejakan sebesar :=1466.5m2(Vol bekisting)
Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
Kayu Terentang 0.04x1466.5=58.66m3
Paku Biasa 2" - 5"0.4x1466.5=586.6kg
Minyak Bekisting0.2x1466.5=293.3ltr
Balok Kayu Borneo0.015x1466.5=21.9975m3
Plywood Tebal 9 mm0.35x1466.5=513.275lbr
Stut pipa support6x1466.5=500bj
Waktu penyelesaian Pekerjaan :
Waktu pelaksanaan9hr
Kapasitas1466.5/9=162.9444444m2/hr
Kebutuhan Tenaga / hari :
Pekerja0.32x162.9444444=52.14222222Org/hr
Tukang Kayu0.33x162.9444444=53.77166667Org/hr
Kepala Tukang0.033x162.9444444=5.377166667Org/hr
Mandor0.006x162.9444444=0.977666667Org/hr
112.2687222Org/hr
Alat yang digunakan :
Stut pipa support=500bj
Scafoding set=750bj
Jack base dan U head=1500bj
Joint pin=3000bj
Cross brace=1500bj
Ledder Frame=1500bj
Mould Oil
Theodolit=1bj
Waktu pelaksanaan :
Dimulai=Bulan ke...
Durasi waktu=9hari
Lose waktu=1hari

Pengecoran untuk sloof balok, Metode Pelaksanaan dan Contoh Perhitungan Bahan dan Tenaga Kerja

Pengecoran untuk sloof balok. Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan bekisting dan tulangan selesai, dalam hal ini pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk semua balok sloof pada ketinggian tertentu sehingga akan mempercepat waktu, dimana pengecoran dimulai dari balok terujung dan dilanjut kebalok sloof berikutnya.

Penuangan spesi beton ke balok sloof beton dengan menggunakan talang cor / atau mengunakan pump concrate dan dalam pelaksanaan ini kami menngunakan beton jadi (Ready mix)
Sebelum pelaksanaan pengecoran, dilakukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Menyiapkan alat-alat pendukung dilapangan seperti vibrator, pipa penyalur beton, air compressor, lampu penerangan jika pengecoran dilakukan malam hari.
  2. Sebelum adukan beton dimasukkan kedalam pompa, dilakukan pengambilan benda uji dan test slump dari truk mixer. Jika tidak memenuhi syarat maka adukan beton ditolak.
  3. Memeriksa jumlah, letak, jarak antara panjang penyaluran, panjang penjangkaran, diameter tulangan, beton decking dan “kaki ayam” yang harus sesuai dengan gambar rencana. Diperiksa pula posisi bekisting agar cukup kokoh menahan beban.
  4. Membersihkan bekisting dan tulangan dari segala jenis sampah dan kotoran dengan kompresor, kemudian dilapisi dengan mud oil.
  5. Lubang-lubang untuk instalasi listrik, air dan lain-lain harus terpasang dengan baik. Setelah hal-hal tersebut diatas telah dilaksanakan maka pengecoran dapat dilaksanakan.
  6. Pengambilan semple beton kubus / silinder sebagai quality control menagement mutu material harus mencapak karateristik 250 kg/cm2 
Metode Pengecoran Sloof Balok
Pengecoran Sloof Balok

Contoh Perhitungan
Data Volume yang dikejakan sebesar :=25.93m3(K250)
Material yang dibutuhkan dibutuhkan :
Beton Ready mix1x25.93=25.93m3
Waktu penyelesaian Pekerjaan :
Waktu pelaksanaan2hr
Kapasitas25.93/2=12.965m3/hr
Kebutuhan Tenaga / hari :
Pekerja2.5x12.965=32.4125Org/hr
Tukang Batu Setengah Terampil0.25x12.965=3.24125Org/hr
Kepala tukang batu0.1x12.965=1.2965Org/hr
Mandor0.01x12.965=0.12965Org/hr
37.0799Org/hr
Alat yang digunakan :
Vibrator concrate=1unit
Sekrop=2set
Kasut=2set
Waktu pelaksanaan :
Dimulai=Bulan ke..
Durasi waktu=2hari
Lose waktu=1hari